Posted 3 years ago

Paving The Path Between Phenotype and Genome

Kesenjangan. Adanya jarak yang harus dilewati antara satu variabel dengan kemungkinan variabel itu terintegrasi adalah kesenjangan. Kesenjangan selalu positif dikalikan dengan negatif, yang hasilnya mutlak bahwa kesenjangan itu harus ada untuk menambah ironisnya sarkasme kehidupan. Hal-hal seperti si kaya dengan si miskin, si multi-orgasme dengan si lemah syahwat, si pintar dengan si pintar yang tidak rajin belajar, si populer dengan si miskin yang tidak akan bisa populer, itu contoh nyata abstraknya dunia aksi-reaksi yang direfleksikan dengan kesenjangan. Bukan tidak mungkin semua tetek-bengek itu hilang. Supremasi dari permasalahannya adalah tidak mungkin kalau Tuhan menciptakan klausa pertanyaan apa, siapa, dimana, mengapa, kapan, dapat dijawab dengan satu simpul jawaban, bahkan untuk seorang Einstein pun, bahkan seorang Bung Karno pun, bahkan seorang pensiunan penerima nobel pun, bisa mengacungkan tangan, menjawab, dan membuat depresi Sang Pencipta. Tapi kesenjangan itu tidak kekal. Tidak ada yang kekal di dunia yang kekalnya disangsikan. Terobos omong kosong kesenjangan dengan hati sebulat bola voli pantai. Lakukan apa yang bisa dilakukan dalam konteks seorang manusia yang diciptakan sempurna semua organ dan pikiran dan nuraninya. Terobos lalu menang. Terobos lalu bahagia. Hiduplah untuk memberi kebahagiaan dengan terobosan-terobosan baru yang mengguncang paradigma berfikir. Jangan sampai lelah menerobos kawan, perjalanan masih panjang, sepanjang perjalanan itu sendiri.

Tolong bukakan pintu saya di detik ke-27.

Posted 3 years ago

"Age Mellows Some People, Others It Makes Rotten"

Dari setengah awal kehidupan saya, orang-orang saling meresahkan satu sama lain dan mereka bersikeras memaksa bagaimana saya harusnya bertindak, dan setengah akhirnya lagi mereka memberi tahu apa yang harus saya kerjakan untuk hidup. Bertambah tuanya usia membuat syaraf kepekaan memudar, keacuhan dan pandangan skeptis banyak berkembang. Menghiraukan apa yang dikatakan orang lain itu wajar, jarak tempuh seputaran dunia kembali dihabiskan dengan lebih banyak memperhatikan, menyaksikan, menafsirkan, dan berfilosofi kepada diri sendiri. Menyesali bertambahnya masa hidup hanya akan menyakiti hati nurani. Banyak orang tidak bisa menerima angka yang besar pada kue ulang tahunnya, padahal itu adalah tuntutan dari atas yang seharusnya mengkristal di dalam pikiran setiap manusia bahwa kita fana dan kita bertambah tua lalu mati. Begitulah evolusi berjalan dan kita harus mencintai apa yang ada.

Munir Said Thalib in memoriam (7 September 2004)

Posted 3 years ago

This Isn’t A Joke, It’s Merely A Sin

Tervakuminasi waktu. 3 bulan ini saya seperti memesan VIP tapi malah jongkok di tribun, popcorn habis, lantas mengapa saya bawa penganan? Coke habis, itu jelas karena kebutuhan selalu standby berjaga di depan pintu. Segala yang saya bawa hampir habis. Itu pertanda bagus sebenarnya, hanya saja ketertarikan saya untuk mengundang hasrat untuk bernegosiasi ulang terhambat oleh keinginan saya untuk berkompromi dengan masa-masa tertutup tenda habis pakai. Semua pilihan yang ada membuat saya membeku. Saya tidak-dipilihan-kan, tanpa penutup di meja makan, dan mata ditutup, dibutakan. Keinginan seseorang untuk mendengarkan yang lain itu fiksi yang tertata mencurigakan. Bagaimana kalau nasihat yang ada saya kurangi jadi debu, dan akhiri dengan elegan. Bagaimana pun juga kita tidak bisa mengatasnamakan anggapan dengan nama sendiri, sudah keluar dari lidah, kok diminta. Prinsip kerja mesin cuci, dari situlah kemunafikan berakar. Dari awal harusnya saya tidak menyebutkan nama. Hadapi keributan dengan senyum skeptis, daritadi saya sudah disini sebelum kamu datang. Jadi berbaik hatilah untuk memutar ulang pita kaset karena saya tidak punya waktu untuk mengatakan semuanya.

Posted 4 years ago

Bookends

My Coffee, My Self: One woman’s story of the struggle to get both eyes open. See you later.

Posted 4 years ago
kevinnuut:

Art By Billy Nunez.
His latest theme is female robots with removable faces.  Nothing more American than that, no sir. Thanks CGUnit, NSFW.

Face me off

kevinnuut:

Art By Billy Nunez.

His latest theme is female robots with removable faces.  Nothing more American than that, no sir. Thanks CGUnit, NSFW.

Face me off

Posted 4 years ago

Redemption Songs

Hidup itu dikotomi persepsi. Persepsi salah, persepsi fiksi, persepsi fana. Bualan itu merusak alur masuk ke dalam sehari-hari. Hidup itu janggal yg tunggal. Menggulingkan sebuah batu dan duduk di atasnya melihat tidak ada seorang pun yg mendengar dan mencoba menolong. Persepsi menjatuhkan kadar keniscayaan, memotong ringkas kecil-kecil, menghisap darah dan meninggalkan yg hidup berfikir. Kesendirian itu dikotomi. Paradoks idealisme yg mengembara jauh dari kenyataan. Sulit lepas namun terbelenggu pasrah jika terjerat. Tidak ada pintu keluar. Keluar dari pintu masuk dan rasakan akibat mencerna terlalu dalam, terlalu berkhayal, terlalu muluk-muluk, terlalu menyiksa hati, terlalu mengandalkan visual sesaat berkelanjutan, terlalu romantis bergaul dengan ego. Tidak ada jalan keluar. Keluar dari jalan masuk dan hadapi ketinggian gengsi duniawi.

Posted 4 years ago

Fast Paced Green Chip

Jumat kemarin saya di Dome dengan kuartal mini map dan air minum harga naik haji di tangan. Gila, Gugun Blues Shelter rock! Kalau beruntung sabtu ini saya berkemungkinan menggoyang imajinasi lagi untuk mencoba bermain seperti Gugun. Manusia yg satu itu menghabiskan 2/5 hidupnya dengan gitar, jadi pantas ya. GILA. The great great Buddy Guy bilang Gugun itu “Indonesia’s answer to Jimi Hendrix”. Saya harus gila. Jatuh cinta di dalam cinta itu gila!

Posted 4 years ago

About My Undecided, Unconcerned Kidding

Sekali lagi saya bercabang. Sekali lagi saya sulit untuk menentukan jalan mana yg akan saya tandai untuk nantinya saya lewati kalau masih ada umur. Sekali lagi saya terjebak dalam paradigma tentang jutaan probabilitas kedua, dan ketiga, mungkin. Sederhananya saya bimbang. Bimbang antara iya atau tidak, pergi atau tinggal, pulang atau meratap, beli atau menyesali, buang atau ambil. Saya dipaksa memilih untuk salah. Kenapa salah, karena memilih untuk mengambil pilihan adalah salah menurut saya. Kebenaran selalu jelas dan tidak dapat diukur dengan kesalahan secantik apapun. Yang benar adalah kita memilih karena kita mau memilih dan itu didasari oleh pengalaman seribu tahun gagal, seribu tahun patah hati, seribu tahun mati, lalu hidup di seribu satu. Sederhananya adalah tidak sederhana. Masak nasi itu sederhana, makan nasi itu tidak sederhana. Masak nasi itu sederhana karena jika beras sudah dicuci dan masuk ke dalam rice cooker nasi itu tidak punya pilihan lain selain untuk on dan masak. Makan nasi itu tidak sederhana karena banyak pilihan yg bisa dipilih, apakah kita makan sendiri, makan dengan tangan, makan jungkir balik, atau tidak makan sama sekali. Makan nasi disaat masa tenggang perut itu sederhana. Makan untuk bertahan hidup. Hidup itu banyak pilihan. Hidup itu sederhana tidak sederhana. Mengapa begitu karena kita bisa memilih tikungan antara hidup dengan dengan tidak sederhana atau hidup tanpa pilihan sama sekali. Hidup dengan menjadi orang lain. Menjadi orang lain itu sederhana karena kita tidak punya banyak pilihan selain menjadi sederhana. Manusia itu makhluk sederhana yg menjalani hidup tidak sederhana. Manusia itu memiliki derajat kompleksitas (sederhana, menengah atau kompleks) kemudian dievaluasi untuk tiap komponen untuk mendapatkan nilai sempurna yg sederhana. Hiduplah dengan sederhana tetapi dengan cara yg tidak sederhana.

Posted 4 years ago

kevinnuut:

Art By Ted Vasin.

Of his collection, this is my favorite piece.  I am certainly intrigued by his artistic process, which involves sleep visions that are then rendered in 3D and photographed to be used in subsequent works as overlays.  The only dreams I have are about cobras… Thanks KoiKoiKoi.

who is this? John Lennon? uh

Posted 4 years ago

finally i go with the original. will be off for…